Bombay Tears

Posted by Sofia On Wednesday, June 8, 2011 0 comments


Entah sampai kapan hati & pikiran ini akan terus membayangkan, memikirkan, merasakan semua kejadian yang pernah diukir, dijalani bersama dalam suka & duka.
Berlebihan mungkin, but that’s what I feel.

Ketika itu, sekitar awal Juni, saya bertemu dengan seorang karyawan baru yang akan saya support. Kesan pertama, orang ini cukup percaya diri & tanpa canggung sedikitpun mengajak berkenalan, bertanya mengenai pekerjaan, & mengajak makan siang. Meja kami memang berdekatan, maka mungkin itu juga yang mendekatkan & memudahkan kami untuk saling diskusi atau sekedar ngobrol. Dia yang lebih sering menyambangi meja saya, duduk di kardus yang ada di sebelah meja saya. Dia adalah wanita yang saya anggap tidak hanya sebagai teman, kakak, tetapi juga sebagai ibu, HWR.
Seiring berjalannya waktu, kami semakin dekat, banyak suka yang kami jalani. Tertawa bersama, bercanda hal-hal yang tidak penting, bergosip, makan siang, belanja, dan saling berbagi hal yang ingin kami bagi. Duka yang kami jalani bukan berasal dari pertemanan kami, tetapi dari pekerjaan yang dilakoni. Yaah, namanya juga budak korporat.
Tibalah saatnya saya meyakini bahwa keluar dari perusahaan ini adalah yang terbaik buat saya. Ada beberapa pergolakan batin memang yang membuat saya merasa tidak nyaman menjadi karyawan di perusahaan yang sudah sangat membantu saya berkembang, tetapi nyatanya ketidaknyamanan ini cukup menjadi kendala/penghalang.
Dia adalah orang pertama yang saya ajak bicara mengenai hal ini. Memang saya tidak menceritakan pergolakan batin yang saya rasakan, agaknya kurang penting untuk diketahui olehnya. Reaksi yang saya dapati ketika itu adalah dia sangat mendukung, dia menguatkan saya bahwa saya akan mampu menjalani pilihan yang saya pilih untuk melanjutkan kehidupan saya. Sungguh, semangat & dukungan yang dia berikan sangat berarti.
31 May 2011, genap setahun saya berada di perusahaan ini. Hari ini juga menjadi hari terakhir saya bekerja. Tidak ada rasa sedih sebelumnya, karena saya pikir, inilah yang sudah menjadi keputusan saya. Teman saya yang lain, sudah sering mengatakan, “be strong, sof”. Saya hanya menanggapi dengan senyuman. Dia pikir mungkin saya akan sangat sedih menghadapi hari ini. Tapi menurut saya, emosi tidak bisa di prediksi, apakah saya akan nangis Bombay atau akan tertawa kegirangan ketika saya menghadapi hari ini.
Selain saya, ada 2 orang juga yang akan meninggalkan perusahaan ini. Saya baru tahu, karyawan yang akan resign, diadakan ceremony untuk mengantarkan kepergiannya. Saya & dua teman saya tsb diberikan kado kenang-kenangan. Sungguh saya merasa sangat di apresiasi & bahagia karenanya.
Setelah acara tersebut selesai, ada sesi saling menyalami. Saya selalu mengatakan terima kasih & memberikan senyum hormat saya kepada setiap orang yang menyalami & mendoakan saya. Tibalah giliran, teman yang selama 7 bulan ini saya support. Ia tidak mengatakan apapun, dia hanya tersenyum & memeluk saya. Tanpa jeda sedikitpun, saya langsung menitikkan air mata, mencoba menahan sekuat tenaga agar air mata itu tidak terus mengalir. Jujur, saya paling tidak tahan dipeluk seseorang yang saya sayang & hargai, apalagi dalam keadaan sedih seperti kemarin. Sekuat tenaga saya tahan, pasti akan terjatuh air tersebut tanpa direncanakan.
Selesai acara, bunda saya hadir. Kebetulan dia terpilih menjadi peserta untuk sebuah kompetisi yang diadakan perusahaan saya. Dia hadir, saya hanya memeluk seadanya, saya berhasil menahan air mata, karena kami tidak pernah merasakan sedih selama berteman, selalu senang, maka mungkin saya berhasil menahan air mata tersebut.
Dalam perjalanan pulang, bunda membuat tweet-tweet #memory atas semua hal yang pernah kami jalani bersama. Membacanya di dalam taksi dengan alunan music pilihan saya, & suasana sudah malam, membuat saya tak kuasa menahan air mata. Air mata terus mengalir karena merasa ada teman yang berarti buat saya & dia mampu mengingat semua hal-hal khusus & special yang sudah kami jalani. Saya sedih karena saya akan kehilangan & mungkin tidak bisa merasakan & mengulang semua kejadian tersebut bersamanya. Ditambah pernyataan teman saya, “iya sof, kalo lo gak ada, kaya dulu lo ke kampus, dia ada aja kegiatannya, baca komik-lah. Gw ajak makan, dia malah bilang mau baca komik. Kynya hubungan lo sama bundo udah kuat banget.” Kurang lebih, dia bicara begitu. *menulis paragraph ini pun membuat mata saya berkaca-kaca.

 
 
 
 
 
Semoga kami bisa meneruskan pertemanan ini sampai seumur hidup kami. Mungkin memang tidak akan lagi ada hari-hari yang akan kami habiskan bersama, tidak akan ada lagi kata-kata, “duh, kepalaku cenat-cenut nih”, “ihh, kurang banget anak ini”, “kita mau makan dimana?". Tidak akan saya rasakan lagi pelukan & sentuhan tangan seorang Bunda yang sebelumnya bisa saya rasakan 5 hari dalam seminggu.
*akhirnya, air mata saya pun tumpah lagi
Nampaknya tulisan ini sudah tidak bisa diteruskan. Life must go on. Let the memories lives in my heart & my mind. I never forget your warm hug & your beautiful quote.


LOVE YOU, BUNDA. I WILL BE MISSED YOU.. :)

Farewell Session

Posted by Sofia On 0 comments

31 May 2011, berangkat ke kantor lebih lambat dari biasanya, walaupun hanya beda 3 menit karena nge-blow rambut dulu. Penting banget nih nge-blow di hari ini. Ketika di bis, entah kenapa kepala agak pusing, di perjalanan dari turun bis sampai ke kantor juga masih pusing. Tapi coba di kuat-kuat-in, tujuannya baik, mau kerja, insya Allah berkah & dapet kekuatan.
Arrive at office, first thing to do is finishing my job (create JO & release to vendor, update projects, follow up recruitment process, and others). Then, today is the perfect day to hand over my entire pending task. Doing my job so quickly, considering email that will be block anytime. Lunch with my beloved mommy (HWM) & my friend who always want to be follow me (WTAS – I don’t know exactly what’s her name).
Evening comes, suddenly one of my friends, invite me to come to Meeting Room 20A. Farewell party will be held. One employee for other department also made today is the last day. After her session, my friend and me session is coming. My Boss has speech in front of other employee, me & my friend too.
 Finally, tears was drop & made my face wet after YECD gave me beautiful smile & warm hug. Before that, I feel fine with no tears.
The end of this session is taking a picture & I get gift from them. I feel so blessful because of their appreciation to me.




 

 
 Thank you Lord, Thank you my friends.. :)

It will come, prepare your self

Posted by Sofia On Saturday, May 21, 2011 0 comments

Month will comes and I still have faith, it will comes to me. Maybe not the last one, but maybe the new one. I trust God's plan. Allah will gives me the best in the good time.
I feel stronger now. Thank you for Allah who always be next to me in happy and sad situation.. I'm trying to find the secret behind this case.

I don't know exactly, how many times I have the feeling like that. Lil bit, maybe, disappointed for the situation like now. Yeah, maybe this is the answer from God, my precious Lord. God knows what the best for me, even maybe I feel it's not good enough for me.
From the beginning I had this feeling, any doubt to make this feeling stay longer in my heart. Time goes by, and perhaps he's not good enough for me. Hate to write those words, but I just wanna release this feeling.
Losing you, Insya Allah, will not make me down or hopeless.
I never expect will be next to you, but maybe this is the God way to lead us (especially me) to be a strong person and gain my faith more to God.

Thank you, you've gave me lesson learned. Enjoy your flight.. :)

Yesterday, I’m home about 9.20 pm. Feed my body with spaghetti & pudding & finish at 10 pm. Go to my room & let my body rest for a while. Check my blackberry, read other’s status in twitter & facebook. She comes to my room, offers me her shirt, and asks me to try it. I said that I’ll try letter because I’m not take a bath yet. Actually, I’m lazy, tired.
Today, she questions me about her shirt again. My answer is I’ll try later. This is the words was out from her, “Bangke juga nih orang”. Surprisingly, I get those words from her. I don’t know exactly how I feel now. Simple words, but complicated effect for me. She told me that she was excited, but I’m less of it. Maybe she disappointed to me just because of that case. I have no idea what other’s opinion about this simple tragedy.
Just finish this feeling & forget it. The more I thinking about that, the more I feel uncomfortable.

Menanti ajal

Posted by Sofia On Monday, May 16, 2011 0 comments


Setelah kemarin bolos, hari ini gw kembali on-board di kantor. To be honest, tulisan ini belom kelar aja, gw uda pengen nangis, entah kenapa saat ini zona sensitive sedang mengudara. Nulis ditemenin sama Planet Cinta-nya Naif, emang pas banget.
Hari ini dimulai dengan sharing session jam 8 pagi. Banyak banget wawasan tentang HR yang dibahas di sini. Sebelum mulai, tadinya gw memilih untuk gak ikut sesi ini, karena tabungan kerjaan akibat kemarin gak masuk agak lumayan. Tapi, karena “dicariin” makanya gw pun menyeret paksa kursi untuk masuk ke meeting room tempat sesi ini di gelar. Masih ngantri masuk ke meeting room itu, terdengar suara, “loh, Sofia mana?”. Aahh, gw dicariin Big Boss, jadi malu. J Sempet terjadi pembicaraan lah, krn kemarin gw ga masuk, “oh, ternyata Sofi bias sakit juga,”, “ohh, ternyata kemarin Sofi sakit”. Ahh, betapa pedulinya mereka akan kehadiran gw yang gak seberapa ini.
Setelah sharing session berakhir, lanjut ke tabungan kerjaan yang saldo-nya malah makin banyak. Gak berapa lama, meeting ttg KPI kembali akan bergulir. Masuklah gw ke meeting room. Nah, di sini point pentingnya. Team gw mulai membicarakan masalah perpisahan. Yaa, mau ada makan-makan untuk “melepas” kepergian gw & salah seorang temen di unit kita. Sedih iya, tapi agak banget sih. Kalo dibilang seneng, yaa seneng, akhirnya semakin dekat waktu gw untuk melakukan tugas gw sebagai staff yang gak seberapa ini. Ternyata Big Boss (dalam artian harafiah – boss yang badannya berotot / besar) juga merencanakan akan jalan-jalan.
Yak, meeting KPI berakhir pada jam istirahat harus dimulai. Pergilah gw tanpa Bund (sengaja, bukan bunda). Seperti ada yang hilang kalo gak makan siang bareng dia. Yaa belajarlah yaa, ajal sebentar lagi memanggil.  Mau turun lift, ketemu sama idoli (sengaja, bukan idola). Cakep banget, orang Italiano, tapi yaa namanya manusia yaa, ada aja yang kurang oke. Dia beberapa kali ngeliatin gw karena gw & salah seorang teman yang beberapa waktu belakangan “nempel” mulu sama gw agak-agak ribut.
Kemudian, sampailah kami di embesidor. Sepanjang perjalanan makan siang, salah seorang teman yang beberapa waktu belakangan “nempel” mulu sama gw itu bilang, “lu kenapa sih, gak biasa2nya ekspresif begini..” Yah, gw juga gak tau.
Waktu kembali berjalan & jam istirahat pun berakhir. Bekerjalah gw seperti biasa…
Hari ini gw memutuskan untuk pulang agak malam, menuntaskan tabungan yang tertunda, supaya senin bias mengerjakan tugas yang lain. Di tengah-tengah pengerjaan tugas, salah seorang Om meminta gw untuk masuk meeting room. Dengan semangat, gw pun masuk, walaupun mungkin akan dikasi kerjaan. Kalimat pertama yang terlontar adalah “Sof, kamu sama S jadian yaa?”, jiahh, langsunglah gw teriak-teriak, “ga mungkin, mas”. Yaa ngobrol2 sebentarlah kami..
Ajal akan menjemput gw di akhir bulan ini. Gak tau gimana rasanya idup tanpa rutinitas yang cukup monoton. Yaa, perpisahan pasti akan terjadi bagi kita. Memang berat, tapi tetap harus belajar menjalani idup tanpa orang-orang terbaik itu lagi. Prepare yourself, Sof. :(

Idea's of life

Posted by Sofia On Sunday, May 15, 2011 0 comments

As long as I'm life, I always mind that if I sharing my opinion, my problem, or anything that I want to share, is take out my privacy from my self. Maybe others recognize that it's a usual thing to be shared. I don't care with others thought.
I was thinking, sharing equals with looking for justification and I don't want to make my self weaker just because I share my thing.
I want to be a psychologist, funny, if I think like that. But that's the reality of my self. I don't know until when, I would thinking like that.