I was in love with you, J. You're kind of clever and idealist man. And you are a musician. You make me smile when I see you in your show. You're good both in your music and your opinion out of music. Even you are not really handsome, but those factors makes you look good and sexy.
Proud of you!
Don't know why I still slept on my side of the bed. The emptiness when you were gone kept ringing in my head. Told myself I really had to move along now. Stop regretting all the things I left unsaid. So I tore up your letters. Took your picture off my wall. I deleted your number, it was too hard not to call. Felt a little better, told myself I'd be fine. Got to live for the good times up ahead
Cause everywhere I go, there's a love song that reminds me of you. And even though I knew I had to be strong. I was still not over you. Cause I still believe and I could see how there's nothing left of you and me
That time is over. I'm so not over you
All my friends try to tell me better find somebody new. Why waste time being lonely when there's nothing left to lose? Anything to get you out of my mind. I'm a fool if I thought I could forget. And I could not forget
Now I found a way to keep you there beside me. To where my love won't be denied. I can only hope to keep you there and guide me. There's no more need to hide from all this pain inside..
oohh dear, where are you? :)
"Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka; tetapi kerap kali kita menatap begitu lama pada pintu yang tertutup sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka untuk kita." (Hellen Keler)
Tepat rasanya jika saya mengusahakan diri saya untuk selalu berada di pusat roda.
Kita bertanggung jawab atas seluruh bumi karena kita tidak tau di mana mereka mungkin berada. Kita adalah para pasangan jiwa sejak awal waktu. Jika mereka baik-baik saja, kita juga akan bahagia. Jika keadaan mereka tidak baik, kita akan merasakan, betapapun kita tidak menyadarinya, sebagian dari rasa sakit mereka. Namun diatas segalanya, kita bertanggung jawab atas pertemuan kembali, setidaknya sekali dalam tiap inkarnasi, dengan pasangan jiwa yang pasti akan berpapasan di jalan kita. Meski hanya sekejap, karena waktu yang sekejap itu membawa sebentuk cinta yang begitu dalam hingga mampu membenarkan seluruh sisa hari yang kita miliki.
Memilih satu jalan berarti harus kehilangan jalan-jalan yang lain. Ia memiliki satu kehidupan utuh untuk dijalani dan selalu berpikir nanti ia mungkin menyesali pilihan-pilihan yang diambil saat ini. "Aku takut berkomitmen kepada diriku sendiri". Ia ingin mengikuti semua jalan yang mungkin dan akhirnya malah tidak mengikuti satu pun.
Bahkan dalam area penting dalam kehidupannya, cinta, ia gagal memaksa dirinya membuat komitmen. Setelah kekecewaaan cinta pertamanya, dia tak pernah lagi menyerahkan dirinya sepenuhnya. Ia takut pada rasa sakit, kehilangan, dan perpisahan. Hal-hal ini tidak dapat dihindari sepanjang jalan menuju cinta, dan satu-satunya cara menghindari semua itu adalah dengan memutuskan untuk tidak mengambil jalan sama sekali. Supaya tak perlu menderita, kau harus menolak cinta.
Gadis itu tau, dirinya bukan untuk pria itu. Meski demikian, mereka menyerah pada cinta mereka, membiarkan hidup bertanggung jawab memisahkan mereka ketika tiba waktunya. Bukannya memusnahkan hasrat mereka, ini malah membuat mereka menjalani setiap saat seakan itulah saat terakhir bagi mereka, dan cinta diantara mereka memiliki semua intensitas hal-hal yang memiliki kualitas abadi seperti jika mereka akan segera mati.
Hingga suatu hari, gadis itu bertemu dengan pria lain. Tapi cinta bukanlah sesuatu yang memerlukan alasan, dan gadis itu jatuh cinta, sepanjang pengetahuannya, waktu bersama pria sebelumnya sudah berakhir.
Kita tidak mencari jawaban, kita menerima, lalu hidup menjadi lebih intens, lebih bercahaya, karena kita memahami bahwa setiap menit, setiap langkah yang kita ambil, memiliki arti lebih dalam dari sekedar diri kita sendiri. Kita menyadari di suatu tempat dalam ruang dan waktu, pertanyaan ini memiliki jawaban. Kita menyadari memang ada alasan untuk keberadaan kita di sini, dan bagi kita, itu sudah cukup.
"Bahwa kau tidak akan pernah menjadi milikku dan karena itulah aku tidak akan pernah kehilanganmu."
Kau adalah harapanku pada momen kesepianku, kecemasanku pada momen keragu-raguan, kepastianku pada momen keyakinan.
"Mengetahui bahwa kau adalah nyata adalah alasanku untuk melanjutkan hidup."
Kemudian kau datang untuk membebaskanku dari perbudakan yang kuciptakan sendiri, memberitahuku bahwa aku bebas kembali ke dunia dan ke hal-hal yang ada di dunia.
"Aku akan selalu ingat bahwa cinta itu kebebasan."
by: Paulo Coelho
